Kalkulator Ovulasi

Kalkulator Ovulasi UTIQO memprediksi tanggal ovulasi yang paling mungkin dan jendela subur berdasarkan hari pertama haid terakhir, panjang siklus, dan panjang fase luteal. Alat ini juga memperkirakan tanggal menstruasi berikutnya. Dirancang untuk membantu Anda memahami siklus menstruasi dan mengidentifikasi hari-hari ketika pembuahan paling mungkin terjadi.

Runs 100% in your browser — nothing is uploaded.

days
days
Runs 100% in your browser — nothing is uploaded.

Hasil

Tanggal ovulasi
2026-08-15
Jendela subur
2026-08-10 to 2026-08-16
Menstruasi berikutnya
2026-08-29

Rumus

Tanggal ovulasi = Hari pertama haid terakhir + (Panjang siklus − Fase luteal). Jendela subur = Tanggal ovulasi − 5 hari hingga Tanggal ovulasi + 1 hari. Menstruasi berikutnya = Hari pertama haid terakhir + Panjang siklus.

Tentang kalkulator ini

Contoh: Hari pertama haid terakhir: 1 Agustus 2026, Panjang siklus: 28 hari, Fase luteal: 14 hari. Ovulasi = 1 Agustus + (28 − 14) = 15 Agustus. Jendela subur = 10–16 Agustus. Menstruasi berikutnya = 29 Agustus.

Cara memakai

  1. 1

    Masukkan hari pertama haid terakhir Anda.

  2. 2

    Atur panjang siklus dan fase luteal sesuai rata-rata Anda.

  3. 3

    Klik hitung untuk melihat tanggal ovulasi, jendela subur, dan perkiraan menstruasi berikutnya.

Pertanyaan umum

Apa itu ovulasi?

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium. Ini biasanya terjadi sekali per siklus menstruasi dan merupakan masa paling subur. Sel telur bertahan sekitar 12–24 jam setelah dilepaskan.

Bagaimana jendela subur dihitung?

Jendela subur dihitung dengan mengambil perkiraan tanggal ovulasi dan mundur 5 hari (karena sperma dapat bertahan hingga 5 hari) serta menambahkan 1 hari setelah ovulasi (karena sel telur viable sekitar 24 jam). Ini memberikan jendela 6 hari ketika hubungan seksual paling mungkin menyebabkan kehamilan.

Mengapa fase luteal penting?

Fase luteal adalah waktu antara ovulasi dan awal menstruasi berikutnya. Fase ini biasanya cukup konstan untuk setiap individu (biasanya 10–16 hari). Dengan mengurangi fase luteal dari panjang siklus, kita dapat memperkirakan kapan ovulasi terjadi.

Perlu diketahui: Results are estimates for general information only and are not professional or medical/financial advice.